May 2015
S M T W T F S
« Mar    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
IPB Badge

Mengenal Software dan Hardwere

Untitled

 

Ini merupakan kotak dialog saat kita mengeklik kanan start control panel.

  1. Buttons
  2. Button configuration

Saat kita kosongkan kotak switch primary

Maka pada mouse tombol kiri menjadi tombol utama

Saat kita check list kotak switch primary maka tombol kanan yang menjadi tombol utama.

  1. Double click speed

Jika kita setting slow maka saat kita melakukan double click prosesnya akan melambat

Sedangkan jika kita men-setting fast maka double click akan lebih cepat

Dapat dicoba dengan meng-double click folder yang ada disampingnya.

  1. Click lock

Jika kita kosongkan kotak turn on click lock maka saat kita men-drug (memindah) maka harus double click dan tahan baru klik lagi ditempat yg diinginkan

Jika kita check list turn on click lock maka saat kita memindahkan file double click tidak perlu mengklik dan ditahan, namun langsung arahkan kursor pada tempat yang dituju.

B. Pointers

Untuk mengganti tampilan cursor sesuai dengan yang kita kehendaki,

2

1. Untuk melihat spesifikasi VGA

2.Untuk melihat resolusi laptop/komputer.

3. Jika ingin melihat printer yang tersambung dengan laptop/komputer kita yaitu start klik kiri klik control panel lanjut klik printers and other hardware. Lalu klik printer and faxes

4. Jika ingin mengetahui kapasitas hardisk dari local disk (C )dengan cara klik kanan explore jika menggunakan windows XP lalu arahkan cursor di local disk C lalu klik kanan properties.

Jika ingin mengetahui kapasitas hardisk local disk ( D )lakukan hal yang sama dengan langkah-langkah sepert yang ada diatas

5. Untuk mengetahui kapasitas processor  laptop.

Caranya dengan start , my computer lalu klik kanan maka akan muncul tampilan kotak dialog seperti ini

1,18GHz, dengan kapasitas RAM952 MB

6.Keyboard properties

Start klik kiri lalu klik control panel lalu klik printer and other hardware maka akan muncul kotak dialog seperti ini.

Repeat delay dan repeat rate

Jika kita ubah ke arah short maka ketikan kita muncul secara cepat , namun jika kita ubah ke arah long maka ketikan kita muncul lama

Cursor blink rate

Jika kita ubah ke arah fast maka cursor akan bergerak dengan cepat , sedangkan jika kita ubah ke arah none maka kedipnnya kan lama.

7. Jika ingin menyetting suara yang ada di komputer kita maka start klik kiri lalu klik control panel lalu klik hardware and sound lalu klik sound maka akan muncul kotak dialog sound. Lalu atur saja keluaran suara seperti apa yang kita inginkan.

 

KELUARGA MISKIN DI PERKOTAAN

Kemiskinan adalah ketidakmampuan individu atau rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. BAPPENAS (1993) mendefisnisikan kemiskinan sebagai situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena kehendak oleh si miskin, melainkan karena keadaan yang tidak dapat dihindari dengan kekuatan yang ada padanya. Levitan (1980) mengemukakan kemiskinan adalah kekurangan barang-barang dan pelayanan-pelayanan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu standar hidup yang layak.
Jumlah penduduk miskin di Indonesia berdasarkan data BPS pada September 2011 mencapai 29,89 juta penduduk atau 12,36% , dan 10,95 juta penduduk atau 9,09% diantaranya berada di wilayah perkotaan. Jumlah dan presentasi ini sudah turun jika dibandingkan dengan bulan Maret 2011 lalu. Penduduk miskin di Indonesia mencapai 30,02 juta, atau 12,49%. Secara ekonomis, kota merupakan tempat yang lebih baik kondisinya daripada desa. Contohnya, pada periode 1970-1976, rata-rata pengeluaran dari keluarga di Jakarta naik lebih dari 50% (tertinggi dari seluruh kota di Jawa), lebih dari dua kali lipat dari di desa, dan lima kali lipat dari daerah di luar Jawa (Sundrum,1979).
Apakah kaum miskin di kota akan semakin banyak jumlahnya? Jika memandang kemiskinan dari sudut pandang makro, memang akan menghasilkan gambaran yang berbeda-beda, karena hal ini bergantung dengan ukuran yang dipakai. Ada kemiskinan absolut, kemiskinan relatif, kemiskinan struktural, dan kemiskinan sosial budaya. Sedangkan dari sudut pandang mikro, gambaran yang akan dihasilkan relatif sama.
Beberapa faktor penyebab kemiskinan, diantaranya: rendahnya akses terhadap sumberdaya dasar (pendidikan, kesehatan, air bersih) ; adanya perbedaan kesempatan diantara anggota masyarakat yang antara lain disebabkan oleh sistem yang kurang mendukung; tidak adanya tata pemerintahan yang baik (good governance); konflik sosial dan politik; bencana alam; dan kebijakan publik yang tidak peka dan tidak mendukung upaya penanggulangan kemiskinan, serta aspek eksternal lainnya yang dapat menjadi seterminan dari proses pemiskinan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan terbagi menjadi dua, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal terdiri dari: keadaan sumber daya alam, keadaan ekonomi nasional dan regional, serta kebijakan pemerintah. Sedangkan faktor internal ditentukan oleh keadaan sumber daya manusia,yaitu: pendidikan, pandangan hidup, motivasi kerja, etos kerja, kemampuan manajerial. Biasanya keluarga miskin di perkotaan adalah yang tinggal di lingkungan kumuh. Penduduk yang tinggal di pemukiman kumuh baik yang legal maupun illegal, biasanya mengelompok atas dasar daerah asal / suku mereka. Penduduk lama umumnya tidak memiliki hubungan lagi dengan desa, karena orientasi kekotaan yang kuat. Penduduk “lama” atau “asli” yang sudah tidak memiliki hubungan dengan desa cenderung memiliki keterikatan lain dengan berbagai organisasi, seperti organisasi keagamaan (pengajian, majelis ta’lim), organisasi sosial (arisan), organiosasi yang lebih formal (RT/RW), dan program-program pemerintah (posyandu), dll. Lingkungan kumuh memiliki karakteristik keadaan rumah dibawah standar, rata-rata 6 m2/orang. Sedangkan fasilitas kekotaan secara langsung tidak terlayani karena tidak tersedia (Menurut Johan Silas).
Penyebab terbentuknya pemukiman kumuh sangat erat kaitannya dengan mobilitas penduduk dalam perkembangan kota. Masyarakat yang mampu, cenderung memilih tempat tinggalnya keluar dari pusat kota. Sedangkan bagi masyarakat yang kurang mampu akan cenderung memilih tempat tinggal di pusat kota, khususnya kelompok masyarakat urbanisasi yang ingin mencari pekerjaan di kota. Karena tidak tersedianya fasilitas perumahan yang terjangkau oleh kantong mereka serta kebutuhan akan akses ke tempat usaha, menjadi penyebab timbulnya lingkungan pemukiman kumuh di perkotaan. Penyebab lain yang erat kaitannya dengan tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar, baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. Lebih lanjut, hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru, sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. Hal ini mengakibatkan munculnya lingkungan perumahan kumuh, yang padat, tidak teratur dan tidak memiliki sarana dan prasarana lingkungan yang memenuhi standar teknis dan kesehatan.
Umumnya, ada sedikit perbedaan antara kemiskinan di pedesaan dengan kemiskinan yang terjadi di perkotaan. Selain itu permukiman kumuh juga hanya terdapat di kota. Di desa, keluarga masih menggunakan pekarangannya sebagai fungsi produksi, baik produksi subsistem yaitu untuk keperluan sendiri maupun komersial (Soemarwoto,1991). Hal ini dapat meminimalisir kekurangan pangan bagi keluarga miskin di desa. Sedangkan di kota, keluarga miskin yang tinggal di permukiman kumuh tidak memiliki pekarangan guna digunakan sebagai fungsi produksi. Hasilnya, jika uang sudah tidak ada, maka tidak ada pula persediaan makanan yang dapat mereka olah. Namun, secara keseluruhan kemiskinan mempunyai dampak yang berkesinambungan, seperti, kualitas hidup, kualitas kesehatan, dan kualitas pendidikan yang kurang baik.
Pada tingkat mikro yaitu dalam keluarga, juga telah terjadi krisis hubungan sosial yang cukup akut. Jellinek (1991), Sunindyo (1981), dan Murray (1991) dari penelitian mereka di daerah kumuh, di Jakarta memperoleh temuan bahwa “keteraturan sosial” dan ikatan sosial” di kampung miskin sangat kendur dan lemah. Gejala ini nampak jelas, seperti hubungan suami isteri sangat kendur, kawin cerai merajalela. Maraknya pernikahan dini. Hal ini menjadi faktor penyebab lemahnya saling percaya antar keluarga. Jika ini sudah terjadi, maka biasanya anak akan menjadi korban. Pendidikan anak akan terbengkalai sementara orang tua sibuk dengan urusan mereka masing-masing, dampak lain yang akan ditimbulkan adalah putus sekolah. Selain itu, tidak sedikit pula, anak-anak yang harus putus sekolah karena tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolahnya. Kemudian ia bekerja, baik itu memulung, mengamen, atau bahkan menjadi peminta-minta untuk membantu perekonomian keluarga. Ada juga, orang tua yang dengan sengaja mengeksploitasi anaknya demi kepentingan materi.
Dari kasus tersebut, dapat dianalisis menurut model Deacon dan Firebaugh,1988, bahwa lingkungan yang paling inti berada di lingkungan mikro yaitu keluarga, di dalamnya mencakup fisik (dapat berupa kondisi rumah yang kumuh dan tidak berkualitas), teknologi (penerangan belum maksimal bahkan ada yang menggunakan lilin/lampu tempel, masak masih menggunakan minyak tanah atau bahkan dengan kayu bakar). Di lapisan luarnya terdapat lingkungan makro-sistem masyarakat. Lingkungan makro-sistem masyarakat mencakup sistem masyarakat (kelembagaan / perkumpulan ibu-ibu dalam arisan), sistem ekonomi (upah yang masih rendah, anak-anak bekerja dibawah umur), sistem politik (pemerintahan RT/RW), sistem sosial budaya (norma, adat, nilai-nilai yang dianut masyarakat dalam pemukiman kumuh). Dilapisan paling luar dan paling luas terdapat lingkungan makro, mencakup lingkungan makro alami, lingkungan makro buatan, lingkungan fisik (sungai yang telah tercemar), lingkungan biologi.
Pemerintah Indonesia memiliki beberapa model kesejahteraan dan kemiskinan; misalnya, Badan pusat statistik yang mengukur kemiskinan dengan fokus konsumsi dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang berfokus pada kesejahtraan keluarga. Lembaga-lembaga internasional, seperti United Nations Development Programme (UNDP) juga memperhatikan isu pengembangan manusia, yang didefinisikan sebagai harapan hidup, tingkat melek huruf, pendidikan, dan tingkat daya beli per kapita.
Program-program pemberdayaan keluarga dan masyarakat yang telah dilakukan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, diantaranya: program keluarga harapan atau yang akrab disapa PKH, bantuan langsung tunai (BLT), program bantuan kelompok usaha bersama (KUBE), program anak jalanan, program desa prima dari kementrian pemberdayaan perempuan, dan kebijakan peningkatan produktivitas Ekonomi perempuan (PPEP).
Beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk menghadapi masalah kemiskinan di perkotaan adalah:
1. Memperketat pengawasan berbagai bantuan / program pemberdayaan keluarga dari pemerintah yang telah ada.
2. Perbaikan Kampung
3. Pembangunan rumah Susun.
4. Keluarga dan fungsi pemeliharaan lingkungan pemukiman (lingkungan mikro).
Ruang lingkup: fungsi pemeliharaan lingkungan keluarga di kawasan pemukiman kumuh, fungsi sosial budaya dalam mewujudkan ketahanan lingkungan keluarga.
5. Keluarga dan fungsi pemeliharaan lingkungan pemukiman (lingkungan meso). Ruang lingkup: pemanfaatan lingkungan pemukiman bagi kesejahteraan ekonomi keluarga, peran modal sosial (sosial capital) terhadap keharmonisan lingkungan pemukiman.

DAFTAR PUSTAKA
Wirutomo,Paulus. 1992. Masyarakat Miskin di Perkotaan. Kantor Pengkajian Perkotaan dan Lingkungan. Kekumuhan di tengah-tengah kota Volume 2. 45-57.
http://www.bps.go.id/brs_file/kemiskinan_02jan12.pdf
http://www.bkkbn.go.id/litbang/pusdu/Hasil%20Penelitian/Sosial,%20Ekonomi%20dan%20Ketenagakerjaan/2011/Kemiskinan%20di%20Perkotaan.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/32302/4/Chapter%20II.pdf

Bismillah

Butir-butir air mata  ibuku mengantarkanku sampai ke Asrama.
Ayah dan Ibu mengelus kepalaku, mencium keningku.
sembari menaruh harapan besar kepadaku…

Berat memang, namun aku harus bisa membuat mereka bangga. Mewujudkan semua keinginan mereka. Orang-orang yang menyayangiku.

tidak hanya mereka…
Adik kecilku yang biasanya selalau bertengkar denganku, dan tak pernah mau mengalah. saat itu, menangis, merangkul dan memelukku…

Mbak aku sayang kamu. Mbak harus cepat lulus yaa. Kata itu terdengar di telingaku, membuatku tak kuasa untuk menahan air mata.

 

Diawali dengan Bismillah, Aku akan berusaha membuat mereka bangga !!!

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!